Rasanya ditolak


                Ditolak, nggak lolos, belum layak atau kata apapun yang memiliki makna yang serupa sringkali bikin hati kecewa berat. Harapan yang sudah tumbuh berkembang sedemikian hebatnya dapat hancur dengan tiba-tiba oleh sebuah kata penolakan. Ibarat sebuah kota yang sudah dibangun sedemikian rupa yang tiba-tiba hancur seketika oleh seonggok bom nulkir yang besarnya tak sampai sebesar gedung dua lantai.

Begitu menyedihkan rasanya ketika mendapatkan penolakan, entah itu ditolak calon pacar, ditolak kerja, ditolak calon mertua sampai ditolak kampus dengan bahasa halusnya “belum lolos seleksi”. Hati dan pikiran yang tadinya terisi penuh dengan harapan-harapan yang besar, dengan rencana-rencana hebat, semangat yang menggebu-gebu, tiba-tiba  menyublim mejadi gas lemas, yang sanggup memadamkan api yang begitu membara di dalam hati, yang sanggup membuat otot-otot kawat balung wesi menjadi lemah tak berdaya.

Sebuah penolakan akan berakibat banyak dalam kehidupan kedepannya, yang tadinya bangun pagi dengan semangat yang bersinar terang, berubah menjadi pagi yang kelam. Namun ada juga yang bisa membuat penolakan menjadi “potensial” energi yang lebih hebat. Akan memunculkan semangat baru yang berkali-kali lebih membara hingga sanggup membangunkan otot yang lemas dan lemah karena “gas lemas” yang dihasilkan oleh sebuah penolakan.

Meski sakit ditolak namun sebenarnya akan membuat hati menjadi lebih kuat. Ibarat sebuah vaksin, saat memasukkan vaksin kedalam tubuh memang terasa sakit, namun itu takkan berarti apa-apa dengan dampak yang dihasilkan. Tubuh jadi kebal terhadap penyakit, namun jika tidak di vaksin. Tubuh jadi rentan terhadap penyakit, dan sakitnya akan lebih berkali-kali lipat dari rasa sakit saat memasukkan vaksin ke tubuh.

Begitu pula dengan sebuah penolakan, akan menjadi vaksin tahan banting terhadap segala kemungkinan yang lebih parah di kemudian harinya. Akan menumbuhkan semangat yang begitu membara dan tekad yang begitu kokoh hingga gunung pun tak sanggup menandinginya. Sebuah tekad baru untuk membuktiakan bahwa penolakan yang orang berikan sebenarnya tidak pantas dia berikan kepada ku, dan dengan kobaran semangat di dalam diri akan aku buktikan kepada merekabahwa aku tak seperti yang mereka pikirkan, dan akan menjadi orang dengan standar 1000 kali dari standar kelayakan mereka.

Post a Comment

0 Comments